Apa Jadinya Kalau Lulus SMK Nganggur dan Tidak Bekerja

SURABAYA-INZAGHIGIGANTARA.NET. PT. Inzaghi Gigantara Solusindo kembali melanjutkan road shownya ke SMA-SMK di Surabaya. Kali ini giliran Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 (SMKN 7 Surabaya) di Jalan Pawiyatan 2 Surabaya yang menjadi lokasi Seminar Ketenagakerjaan Gratis (25/01/2019). Sejumlah 643 siswa kelas XII yang dihadirkan sebagai peserta seminar terpaksa harus dibagi menjadi dua sesi karena aula sekolah tidak mampu menampung mereka. Meski demikian, disiplin tinggi dan tanggung jawab penuh tetap ditunjukkan anak-anak SMKN 7 Surabaya. Mereka tetap terlihat rapi, kompak dan serius mengikuti materi seminar yang sangat berguna saat mereka lulus sekolah nanti.

Mudianto, S.Pd, MM, Kepala SMKN 7 Surabaya menegaskan ada kekhawatiran dan ketakutan lulusan SMK dan sangat terasa apalagi bagi mereka yang tidak punya keahlian khusus atau jiwa wirausaha. “Saya ini lulusan STM Pembangunan, sehingga sedikit banyak tahu psikologi seperti kalian yang mau menjelang lulus ini rasane seperti apa,” ucap Mudianto saat membuka seminar.

Dia menambahkan apa jadinya kalau lulus SMK nganggur tidak bekerja. “Tantanganmu nanti empat ini nak, pertama temen-temenmu yang lulus saat ini, kedua lulusan tahun lalu yang belum mendapatkan pekerjaan, ketiga karyawan yang kena PHK yang lebih ahli dari pada kalian, dan yang keempat yakni serbuan tenaga kerja asing,“ pungkas pria yang pernah belajar di Universitas Yogyakarta (dulu IKIP Yogyakarta).

Tim Inzaghi membakar semangat kelas ujung SMKN 7 Surabaya

Sementara Nun Jamianto, SE., MM. Direktur PT Inzaghi Gigantara Solusindo menjelaskan jika anak SMK itu harus beda dengan yang lain, karena sedikit pembeda itulah yang akan mengantarkan kalian menjadi orang sukses. “Mulai sekarang rubahlah kebiasaan buruk kalian, contohlah kebiasaan orang-orang sukses, mulai dari cara berjalan, cara duduk dan berbicara,”  ucap cak Nun sapaan akrabnya.

Cak Nun juga memaparkan bahwa problem anak-anak sekarang ini mereka sudah pinter tetapi tidak siap kerja atau tidak siap memulai wirausaha. “Percaya atau tidak bahwa 85% pencari kerja gugur saat interview. Lalu 90% orang mengatakan tidak berani mulai usaha karena tidak punya modal,” jelas cak Nun dengan penuh semangat.

Di akhir sesi Cak Nun menawarkan solusi Career and Business Development Program yang mendorong agar anak-anak sekarang tetap bisa kuliah. “Kebanggaan itu ketika kuliah S1 atau S2 pakai uang sendiri. Sudah nggak jamannya lagi kuliah nodong duit orang tua,” pungkas pria asli Malang ini. (hrd)

Mudianto saat menegaskan kekhawatiran dan ketakutan bagi lulusan SMK yang tidak punya kelebihan khusus

Kompak Ikuti Seminar Ketenagakerjaan ala Siswa SMKN 5 Surabaya

SURABAYA-INZAGHIGIGANTARA.NET. Auditorium Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 (SMKN 5 Surabaya) di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.167-169 Surabaya menjadi ramai bergemuruh (15/01/2019).  Tepukan semangat dan suara yel-yel tiga ratusan siswa-siswi kejuruan memenuhi gedung pertemuan yang sedang digelar Seminar Ketenagakerjaan. Hadir sebagai pembicara kali ini adalah owner sekaligus direktur utama PT. Inzaghi Gigantara Solusindo dengan materi Strategi Jitu Memenangkan Persaingan Kerja. Seminar ini membekali mereka agar setelah lulus nanti perusahaan tidak mampu menolak lamaran mereka. Mereka juga dibekali bagaimana caranya agar perusahaan selalu membutuhkan mereka.

Nun Jamianto, SE., MM. Direktur PT Inzaghi Gigantara Solusindo menjelaskan mengapa lulusan SMK hingga akhir tahun 2018 masih menjadi penyumbang tertinggi angka Pengangguran Terbuka berdasarkan pendidikan.  “Koq bisa lulusan SMK yang katanya siap kerja malah jadi pengangguran,” ucap pria yang akrab disapa cak Nun ini.

Cak Nun juga menambahkan bahwa problem anak-anak sekarang ini adalah tidak siap kerja atau tidak siap memulai wirausaha. “Anak SMK susah diterima kerja atau segera mulai bisnis bukan karena tidak terampil atau tidak pintar tetapi mereka tidak tangguh, kurang inisiatif, mudah mengeluh, mudah menyerah, kurang disiplin dan tidak punya loyalitas,” jelas cak Nun penuh semangat.

Kompak ala SMKN 5 Surabaya saat mengikuti Seminar Ketenagakerjaan

Sementara itu Nikmatul Azizah, Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK SMKN 5) membenarkan bahwa seminar ini penting untuk membekali anak-anak yang masih banyak gugur saat menghadapi wawancara dengan HRD. “Grogi dan nggak tahu apa yang harus dilakukan saat interview masih sering terjadi pada anak-anak,” ungkapnya kepada media ini.

Naufal Hanif Ramadhan, siswa kelas XII yang saat ini tinggal di kota Gresik ini mengaku senang bisa ikut seminar yang kali ini dibawakan dengan santai dan menyenangkan. “Saat prakerin di luar negeri, saya pernah dapat materi semacam ini, tapi kalo di sekolah ya gak pernah diajarkan yang namanya personality development, leadership, the power of survival ataupun public speaking,” ucap cowok keren yang aktif organisasi di Ikatan Ketua Osis Surabaya dan Nice Student Community Surabaya ini. (hrd)

Antusias siswa-siswi SMKN 5 Surabaya sebelum Seminar Ketenagakerjaan dimulai